Rechercher dans ce blog

Tuesday, April 10, 2018

NU Berkomitmen Jaga NKRI

Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) berkomitmen untuk berada dalam posisi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menuturkan pihaknya bakal tetap berani menyuarakan kebenaran meski berisiko dimusuhi kelompok lain.

Pernyataan itu disampaikan Said Aqil saat membuka peluncuran dan diskusi buku NU Penjaga NKRI di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa, 10 April 2018. 

Hadir dalam acara Penasehat khusus Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Romo Antonius Benny Susetyo, Peneliti LIPI Amin Mudzakir, Pengamat ekstremisme Imdadun Rahmat, dan politukus Tsamara Amany.

Said Aqil menjelaskan pada dasarnya Islam mengajarkan nilai-nilai universal yang turun menjadi doktrin ajaran. Islam kemudian melahirkan para pengikut yang dalam level komunitas bisa memunculkan komoditas dengan kepentingan tertentu. 

Menurut dia, di level komoditas inilah Islam rawan dipolitisasi dan diperjualbelikan. NU pun berkomitmen akan mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Islam, kata Said Aqil, mengenalkan konsep ummatan wasathan yang ia terjemahkan sebagai Islam yang moderat dan beradab.

“Istilah ummatan Islamiyyatan justru tidak ada (dalam Al-Qur’an), tapi adanya ummatan wasathan," ujar Guru besar tasawuf UIN Sunan Ampel ini.

Pandagan Said itu mengacu pada kutipan Surat al-Baqarah ayat 143 yang artinya: “Dan demikian Kami menjadikan kalian ummatan  wasathan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan manusia) dan agar Rasul (Muhammad) menjadi  saksi atas (perbuatan) kamu.”

Sementara itu, Benny mengatakan NU selalu hadir untuk menyatu dengan segala lapisan. Relasi yang baik kemudian muncul dengan suatu kepercayaan yang terwujud dalam harmonisasi masyarakat NU tanpa membeda-bedakan.

"Di Sampit, Madura, misalnya, tidak pernah muncul stigma negatif atas bantuan Katolik. Warga di sana tidak menuduh adanya kristenisasi di balik itu. Dari fakta ini orang NU dalam beriman sudah melompat dari politik identitas menuju penghayatan kemanusiaan. Dari kemanusiaan itulah orang tidak lagi membedakan suku, identitas," kata Benny.

NU dinilai berdiri menjadi oase di tengah kegersangan yang melanda negara ini. NU juga dinilai menjadi penyejuk dengan merangkul semua elemen dan kalangan.
 
Selain itu, NU pun konsisten berpandangan bahwa NKRI adalah negara kebangsaan, bukan negara berdasar agama tertentu. Kemudian, NU setia mengembalikan Pancasila kepada rel yang benar dan selalu ada pada setiap krisis yang melanda bangsa ini.

"Bangsa ini berutang terhadap NU," kata alumnus Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang itu.

(SCI)

Let's block ads! (Why?)

http://news.metrotvnews.com/politik/5b2V8rVb-nu-berkomitmen-jaga-nkri

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

Comcast reluctantly agrees to stop its misleading “10G Network” claims - Ars Technica

Enlarge Comcast Comcast has reluctantly agreed to discontinue its "Xfinity 10G Network" brand name after losing an appeal of...

Postingan Populer