Rechercher dans ce blog

Sunday, September 16, 2018

Professional vs Entrepreneur (4)

Professional vs Entrepreneur (4)

16 September 2018 20:12 WIB

0

Big Circle dalam episode "Professional vs Entrepreneur" menghadirkan 6 orang mentor hebat untuk membahas keresahan anak muda di acara Young On Top National Conference 2018.

VIDEO BIG CIRCLE LAINNYA

  • UMKM Go Online (1)
  • Berbisnis Sambil Bermain (4)
  • Berbisnis Sambil Bermain (3)
MORE

Let's block ads! (Why?)

http://video.metrotvnews.com//play/2018/09/16/928958/professional-vs-entrepreneur-4

Atlet Muda Tanah Air Ikuti SGWR 2018 untuk Ajang Uji Coba

Tangerang: Pelari muda Indonesia, Rieke Febrianti, antusias mengikuti kompetisi lari bertajuk Serpong Green Warrior Run (SGWR) 2018 pada Minggu, 16 September di kawasan Summarecon Mal Serpong, Tangerang. Ia mengikuti SGWR untuk ajang uji coba jelang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah.

Rieke datang bersama rekan-rekannya dari klub pelatihan mereka di Salatiga, Jawa Tengah. Atlet putri berusia 15 tahun tersebut bergabung dengan klub bernama Primavera yang dibina dengan pelatih bernama Bambang Heru.

Kategori yang diikuti oleh Rieke adalah 5K Speed Putri. Ia sukses meraih podium kedua dan berhak atas medali perak serta hadiah uang tunai Rp3.500.000 plus voucher belanja di Summarecon Mal Serpong senilai Rp2.800.000.

Klik: 2.499 Pelari Semarakkan SGWR 2018


Pada kategori ini, Rieke dikalahkan pelari asal Kenya yang meraih urutan pertama bernama Jackeline Nzivo. Meski hanya untuk uji coba, Dara yang duduk di bangku kelas 1 SMA ini tidak menyangka dapat meraih juara kedua.

"Pertama bangga ya dan tidak menyangka. Tanpa Tuhan juga, tidak mungkin bisa juara. Semoga tahun depan bisa juara satu," kata Rieke di Tangerang pada Minggu (16/9).

"Event ini untuk uji mental dan (melihat) perkembangan dari hasil latihan. Waktu pertama ketemu pelari Kenya sempat nervous,"  lanjut dia.

Rieke selanjutnya akan mengikuti kompetisi atletik Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober. Ia lolos untuk nomor 5.000 meter dan 10.000 meter.

(REN)

Let's block ads! (Why?)

http://olahraga.metrotvnews.com/sportslainnya/nbw7VAjb-atlet-muda-tanah-air-ikuti-sgwr-2018-untuk-ajang-uji-coba

Hidup Endang Memprihatinkan

Tangerang: Endang, 51, warga Kampung Pryangan, RT03/01 Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten tak pernah memilih hidup miskin. Namun apa daya, segala keterbatasnnya membuat hidup Endang semakin memprihatinkan.

Pria berusia setengah abad lebih ini rela membanting tulang bekerja serabutan. Dia hanya ingin mencari nafkah halal demi dua anaknya, Eriyanti Safitri, 14 dan Desi Natalia.

Malang, penyakit kembali menggerogoti kedua kaki Endang. Pada 2016, ia pernah terkena penyakit yang sama. Dia hanya bisa terkulai lemas di atas kasur.

"Kak Endang sudah dua minggu tak bekerja, penyakit kakinya makin parah," kata Ijah, adik kandung Endang, 45, saat ditemui di gubuk Endang, Minggu, 16 September 2018.

Anak kedua dari delapan bersaudara itu tinggal menumpang di lahan kosong milik warga setempat sejak 2015.
Kemiskinan dan keterbatasan membuat Endang tinggal di bedeng yang dibuat seadanya.

Asbes dilapis terpal menjadi atap, reruntuhan pagar dilapisi papan menjadi dinding. Di sana Endang tinggal. Bedeng Endang  bangun sendiri. Tempat berteduh Endang amat miris bila hujan turun.

Ijah mengisahkan, Endang tetap bersemangat mencari nafkah demi kedua putrinya meski diserang penyakit. Putri Endang bersekolah di di SMP Pustek Serpong dan SDN 04 Pondok Jagung.

Endang tetap mencari rezeki di jalan dengan bekerja serabutan, misalnya menjaga parkiran. Nasib Endang semakin tak karuan saat ditinggal istri.

"Istrinya kabur, enggak mau urusin. Kalau anak-anaknya tinggal sama nenek dari istrinya. Endang sendiri saja tinggal di bedeng," ucap Ijah lirih.

Ijah berharap ada kepedulian pemerintah dan warga setempat untuk Endang. "Belum lama ada dari Dinsos mau membantu buatkan BPJS, untuk berobat kakinya," kata Ijah.

(SUR)


Let's block ads! (Why?)

http://jabar.metrotvnews.com/peristiwa/xkEnBM3K-hidup-endang-memprihatinkan

Pengungsi di Sumbawa Kekurangan Bantuan

Loading the player ...

Pengungsi di Sumbawa Kekurangan Bantuan

16 September 2018 16:40 WIB

0

Pengungsi korban gempa di Kabupaten Sumbawa, NTB mengeluhkan kurangnya bantuan dari pemerintah. Dalam sepekan terakhir para pengungsi hidup memprihatinkan.

VIDEO TOPIK TERKAIT GEMPA LOMBOK

  • Lombok Bangkit (5)

    15 September 2018 20:20

    0

  • Lombok Bangkit (4)

    15 September 2018 20:20

    0

  • Lombok Bangkit (1)

    15 September 2018 20:20

    0

MORE

Let's block ads! (Why?)

http://video.metrotvnews.com/play/2018/09/16/928899/pengungsi-di-sumbawa-kekurangan-bantuan

Pria Tewas Diserang Hiu saat Berselancar di Massachusetts

Papan peringatan bahaya ikan hiu di sebuah pantai di AS. (Foto: AFP/FREDERIC J. BROWN)

Massachusetts: Seorang pria berusia 20 tahun-an meninggal dunia usai diserang seekor ikan hiu di perairan Massachusetts, Amerika Serikat.

Insiden terjadi saat pria yang tidak disebutkan namanya itu sedang berselancar di Pantai Newcomb Hollow pada Sabtu siang waktu setempat.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Minggu 16 September 2018, Kepolisian Kota Wellfleet mengatakan korban sempat ditarik dari air dan mendapat pertolongan napas buatan. 

Namun ia meninggal dunia akibat luka parah setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Kejadian ini diyakini sebagai serangan fatal pertama ikan hiu terhadap manusia di Massachusetts sejak 1936.

Pantai Newcomb Hollow ditutup selama 24 jam usai kejadian. Seorang saksi mata mendeskripsikan serangan hiu tersebut sebagai sebuah "mimpi buruk."

"Saya melihat seperti ada erupsi air di lokasi serangan. Saya juga melihat ekor ikan hiu," ucap dia kepada surat kabar Cape Cod Times.

Penampakan ikan hiu jenis Great White di Cape Cod melonjak tahun ini. Ahli hewan menduga hal tersebut diakibatkan banyaknya anjing laut yang mendekat ke area pantai.

Agustus lalu, seorang neurolog berusia 61 tahun diserang ikan hiu di lokasi yang berjarak hanya 9 kilometer dari insiden terbaru di Massachusetts.

Dia mengalami luka parah di kedua kaki, dan masih dalam proses pemulihan di rumah sakit.

(WIL)


Let's block ads! (Why?)

http://internasional.metrotvnews.com/amerika/ybJ6vpBb-pria-tewas-diserang-hiu-saat-berselancar-di-massachusetts

Eros Djarot: Debby Nasution Musisi Jenius

Jakarta: Sineas, musisi, dan politisi Eros Djarot kenal dekat dengan mendiang Debby Nasution sejak aktif bermusik pada era 1979-an. Bagi Eros, Debby adalah ulama besar dan musisi jenius.

"Dia tak pernah menyebut dirinya ulama, tetapi pengetahuan dja jauh lebih besar dari pengakuannya. Dia mengaku seniman biasa, tetapi buat saya, dia seorang ulama besar," kata Eros usai mengantar pemakaman Debby di TPU Pasir Putih, Sawangan, Depok, Minggu, 16 September 2018.

"Dia juga seorang jenius di musik dan orang yang selalu enggak mau menonjolkan kemampuan. Itu ciri-ciri orang yang layak kita hormati," imbuhnya.

Menurut Eros, Debby jenius dalam musik karena menguasai sejumlah instrumen secara otodidak dan menangkap materi permainan musik dengan cepat. Dia tidak pernah punya riwayat belajar di sekolah musik formal.

"Dia cepat menangkap. Saya bilang Franz Liszt, (Frederic) Chopin, (Ludwig van) Bethooven, dia makan semua itu. Dia bisa belajar begitu saja. Gitar bagus, main piano bagus, main drum bagus, main bass bagus. Apa yang dia tidak bisa? Itulah orang yang punya bakat jenius," tutur Eros.

Eros dan Debby berkolaborasi pertama kali di Barong's Band (1976), album kedua dan terakhir dari grup musik bernama sama pimpinan Eros. Selain menjadi kibordis dan menulis salah satu lagu, Debby juga mengerjakan aransemen bersama Eros. Waktu itu, Eros berusia 25 tahun dan Debby enam tahun lebih muda.

Dengan riwayat kerja dan pertemanan selama empat dekade, Eros menganggap Debby sebagai saudara.

"Dia saudara saya, dia guru saya, kadang dia musuh berkreasi saya, kadang jadi kakak saya, kadang jadi murid saya. Jadi lengkap pergaulan saya dengan dia. Percintaan dia dari awal juga saya ikuti. Maka tadi waktu disuruh omong, ah gue enggak bisa omong," ungkapnya.

Debby terkena serangan jantung usai memberi ceramah agama di Masjid Al-Ikhlas Cipete Selatan, Cilandak. Dia segera dilarikan ke RS Mitra Setia, tetapi nyawa tak tertolong. Debby meninggal dalam usia 62 tahun.

(DEV)

Let's block ads! (Why?)

http://rona.metrotvnews.com/kesehatan/0Kv786RN-eros-djarot-debby-nasution-musisi-jenius

Mengendalikan Cinta Dunia (2)

Mengendalikan Cinta Dunia (2)

16 September 2018 16:29 WIB

0

Mencintai dunia adalah satu keniscayaan dan kemestian. Tidak ada larangan untuk mencintai dunia. Namun jangan sampai urusan dunia membuat kita melupakan urusan akhirat kelak. Khazanah Islam kali ini mengangkat tema "Mengendalikan Cinta Dunia" bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar.

VIDEO KHAZANAH ISLAM LAINNYA

  • Jejak dan Peradaban Islam (1)
  • Egoisme Spiritual (4)
  • Egoisme Spiritual (3)
MORE

Let's block ads! (Why?)

http://video.metrotvnews.com/play/2018/09/16/928893/mengendalikan-cinta-dunia-2

Search

Featured Post

Comcast reluctantly agrees to stop its misleading “10G Network” claims - Ars Technica

Enlarge Comcast Comcast has reluctantly agreed to discontinue its "Xfinity 10G Network" brand name after losing an appeal of...

Postingan Populer