Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.
Jakarta: Pengamat Energi dari Universitas Trisakti Pri Agung Rakhmanto menilai pemerintah sebagai pemegang saham PT Pertamina (Persero) harus memilih dengan jeli siapa yang akan menggantikan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama Pertamina.
Pri Agung menyebut Direktur Utama Pertamina harus seorang yang memiliki latar belakang, rekam jejak dan memiliki sikap profesionalitas yang tinggi. Dengan begitu, jabatan ini akan bertahan dan tidak mudah diganti-ganti.
"Tentu sebaiknya direktur utama ke depan agar lebih didasarkan atas kriteria rekam jejak, latar belakang, dan profesionalitas yang sesuai bidangnya dan pemerintah sebaiknya menentukan hal itu melalui pertimbangan yang lebih matang," kata Pri Agung kepada Medcom.id, Selasa, 24 April 2018.
Ada tiga kandidat kuat yang masuk dalam bursa direktur utama Pertamina yaitu Direktur Hulu Syamsu Alam, Pelaksana Tugas Dirut Nicke Widyawati, dan mantan direktur pemasaran Ahmad Bambang. Namun ia tidak mau berkomentar mengenai tiga orang itu.
Pri Agung menekankan seharusnya direktur utama Pertamina yang baru dapat menyeimbangkan antara tugas dan kepentingan. Khusunya kepentingan untuk mencapai target energi yang ditetapkan pemerintah.
"Realitasnya, sebaiknya yang dapat menyeimbangkan antara tugas profesional dengan berbagai kepentingan yang melingkupi lingkungan bisnis Pertamina sebagai BUMN, termasuk di dalamnya kepentingan untuk mencapai target-target dan objektif tertentu dari pemerintah," jelas Pri Agung.
Sementara saat ditemui di Hotel Arya Duta, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM, Arcandra Tahar yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Pertamina enggan berkomentar jauh mengenai pencopotan Elia Massa Manik dan calon direktur utama Pertamina yang baru.
Ia hanya melemparkan senyum sambil berkata ini bukan tempat yang tepat mengomentari ini. "Hari ini kita bicara tentang enegi baru terbarukan," ucap Arcandra singkat.
(SAW)
No comments:
Post a Comment