Direktur Utama Bakrie & Brothers Bobby Gafur Umar (kiri). ANT/Zarqoni Maksum.
Jakarta: PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bakal segera merestrukturisasi utang kepada dua kreditur besar, yakni PT Mitsubishi RIM Japan Ltd dan Eurofa Capital Investment Inc. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kinerja serta keuangan perseroan di masa mendatang.
"Tahun ini, kami akan melakukan restrukturisasi utang. Kami optimistis, hal ini akan membawa pengaruh positif bagi kinerja perusahaan. Apalagi, kami sudah mengidentifikasi banyak peluang dan potensi bisnis perseroan ke depan," ungkap Direktur Utama Bakrie & Brothers Bobby Gafur Umar, ditemui di Bakrie Tower, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018.
Dia menyatakan, perjanjian restrukturisasi dengan Mitsubishi telah ditandatangani pada 26 April 2018. Sedangkan dengan Eurofa ditargetkan akan ditandatangani pada Agustus 2018. Restrukturisasi dengan Mitsubishi, sambung dia, akan dilakukan dengan skema transaksi berupa pengalihan utang perseroan dari Mitsubishi Corporation RIM Japan Ltd kepada Fountain City Investment.
"Adapun yang dengan Eurofa, itu masih dalam proses negosiasi tahap akhir dengan kreditur. Itu yang sedang kami lakukan," jelas dia.
Penyelesaian utang kepada Fountain City Investment, dia melanjutkan, akan dilakukan dengan cara penyerahan aset perseroan berupa saham milik PT Bumi Resources Tbk. Sebelumnya itu dijadikan jaminan pada fasilitas kredit yang diberikan oleh Mitsubishi.
Setelah itu, dia mengaku, perseroan akan menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) dan menerbitkan saham baru kepada Fountain City Investment Ltd. "Jadi itu yang akan kami lakukan, untuk memfasilitasi restrukturisasi utang. Dengan begitu akan memberi kelancaran bisnis perseroan," pungkas dia.
(SAW)
No comments:
Post a Comment