Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin, Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mendirikan sekolah darurat bagi anak-anak korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sekolah didirikan dengan tenda-tenda darurat.
“Jadi anak-anak yang usia sekolah juga tetap didirikan tenda-tenda untuk dia tetap continue bersekolah,” kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin kepada Medcom.id di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Senin, 6 Agustus 2018.
Sekolah dari tenda darurat ini dikhususkan untuk anak yang sekolahnya hancur. Namun, opsi lainnya mereka dititipkan ke sekolah terdekat dengan posko pengungsian.
“Tapi kalau yang sekolahnya roboh itu diberikan sekolah darurat, atau dititipkan kepada sekolah yang dekat situ yang enggak roboh, agar proses belajar mengajarnya enggak terganggu,” ucap Lenny.
Baca: Kementerian PPPA Turunkan Tim Trauma Healing ke Lombok
Sebelumnya, Gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok, Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WIB. Bencana terjadi satu minggu setelah gempa sebelumnya berkekuatan 5,4 SR juga mengguncang Lombok.
Guncangan gempa meliputi wilayah kepulauan Lombok, Bali, bahkan terasa sampai hingga timur Pulau Jawa. Titik gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur di kedalaman 15 kilometer.
(CEU)
No comments:
Post a Comment