Cirebon: Ribuan guru honorer di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menuntut adanya kesejahteraan. Sebab selama ini, mereka hanya mendapatkan honor antara Rp75 ribu-Rp200 ribu saja setiap bulannya.
Aspirasi tuntutan ribuan guru honorer tersebut, disampaikan oleh Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Kependidikan (FHPTK) PGRI, Kabupaten Cirebon, ke Komisi IV DPRD setempat, dengan audiensi bersama pihak-pihak terkait lainnya, Jumat, 24 Agustus 2018.
"Jumlah guru honorer, plus guru penjaga sekolah, dan pustakawan di kita ada 6.606 orang. Kesejahteraan kita sangat jauh dari cukup, sebab paling besar sebulan hanya Rp200 ribu, dan yang paling rendah Rp 75ribu per bulannya," kata Ketua Umum FHPTK PGRI Kabupaten Cirebon, Sholeh Abdul Ghofur.
Para honorer menuntut adanya kesejahteraan yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Cirebon. Mereka juga menuntut adanya payung hukum, dan memperhatikan honorer yang umurnya sudah 35 tahun ke atas, agar bisa direkrut pemda setempat.
"Jadi kami menginginkan, agar yang sudah 35 tahun ke atas, karena terbentur batasan umur untuk daftar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) untuk bisa difasilitasi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) ," katanya.
Baca: Mendikbud: Awal Jadi Menteri, Silpa Mencapai Rp23 Triliun
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cirebon, Asdullah Anwar menyampaikan, sejauh ini pihaknya sudah berupaya untuk kesejahteraan para guru honorer di daerahnya.
Bahkan, sudah hampir satu tahun ini, ada insentif dari pemda Rp100 ribu/orang. Meski diakuinya, belum secara keseluruhan honorer terakomodir untuk mendapatkan insentif tersebut.
"Jadi totalnya, dalam satu tahun, setiap guru akan mendapatkan tambahan Rp1.200.000, dan keseluruhan anggaran yang dikeluarkan untuk insentif itu senilai Rp6 miliaran per tahun," ujar Asdullah.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Bejo Kasiono menyampaikan, pihaknya sangat prihatin melihat kesejahteraan guru honorer di daerahnya, yang sangat jauh dari layak itu.
Ia pun mengaku, akan berupaya mendorong, agar ada payung hukum untuk kesejahteraan para guru honorer. "Kita sangat prihatin dengan kesejahteraan para guru honorer, karena upah mereka tidak sampai setengahnya dari UMK. Kita akan dorong supaya ada payung hukum," katanya.
(CEU)
http://news.metrotvnews.com/peristiwa/0Kv75JYN-miris-gaji-tertinggi-ribuan-guru-honorer-cirebon-rp200-ribu
No comments:
Post a Comment