Jakarta: Ketua DPP Partai NasDem Bidang Advokasi dan Hukum Taufiq Basari meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak bersikap pasif terhadap dugaan mahar politik yang dilakukan Sandiaga Salahuddin Uno. Bawaslu bisa langsung bergerak tanpa harus menunggu laporan.
"Semestinya Bawaslu aktif menindaklajuti informasi ini. Agar kita juga bisa lihat konsistensi Bawaslu memerangi mahar politik. Bawaslu jangan hanya menunggu laporan atau bersikap pasif," kata Taufik saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 15 Agustus 2018.
Taufiq menyebut komitmen dan konsistensi Bawaslu dipertaruhkan. Pasalnya sejak awal Bawaslu gencar menyosialisasikan dan mengampanyekan penolakan atas politik mahar.
"Ini tidak menunjukkan komitmen Bawaslu melawan mahar politik kalau hanya bertindak pasif. Oleh karena itu keaktifan Bawaslu sangat kita harapkan," tegas Taufiq.
Menyoal mahar, Taufiq menegaskan jangan dijadikan hal lumrah terjadi di ranah politik. Apalagi levelnya pemilihan presiden. Praktik-praktik semacam ini masih banyak ditemukan saat perhelatan pilkada serentak tahun ini.
"Apabila ada bukti-bukti yang cukup semestinya Bawaslu bisa berperan aktif. Tapi, saya juga tidak tahu apakah kemudian Bawaslu melakukan itu atau tidak," pungkas dia.
(Baca juga: Demokrat Siap Buka-bukaan Dugaan Mahar Sandiaga)
Isu mahar politik keluar dari mulut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Dia menuding ada transaksi antara Sandi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) terkait kursi cawapres.
Menurut dia, PKS dan PAN menerima masing-masing Rp500 miliar dari Sandiaga. Kesepakatan mengenai mahar ini dibeberkan tim kecil dalam konsolidasi bersama pada Selasa, 8 Agustus 2018.
Saat itu, Demokrat meminta penjelasan mengenai Sandiaga Uno yang muncul dalam bursa cawapres Prabowo. Pasalnya, nama tersebut baru muncul setelah formulasi nama-nama lainnya di bursa.
Sementara itu, Sandiaga juga telah memastikan tak ada mahar total Rp1 triliun kepada PKS dan PAN untuk kampanye. "Kita bisa pastikan itu tidak benar. Tidak benar mahar karena semuanya harus sesuai undang-undang," ungkap suami Nur Asia itu.
Kendati demikian, Sandiaga akan membantu logistik kampanye untuk pemenangan dirinya dan calon presiden Prabowo Subianto. Masa kampanye dijadwalkan berlangsung dari 23 September 2018 hingga 13 April 2019.
(REN)
http://news.metrotvnews.com/politik/aNrDPoWk-nasdem-minta-bawaslu-aktif-telusuri-mahar-politik
No comments:
Post a Comment