Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj. ANT/ahyu Putro A
Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendorong anak bangsa untuk menuntut ilmu ke seluru penjuru negeri. Namun, ketika pulang ke Indonesia, tidak dianjurkan membawa unsur budaya lain melainkan hanya sekadar ilmu yang bermanfaat.
"Belajar ke Arab silakan, tapi pulang harus membawa ilmu, bukan membawa jenggot atau cadar" kata Said di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 10 April 2018.
Said juga mengimbau anak bangsa untuk menuntut ilmu hingga ke Benua Eropa. Menurut dia, banyak ilmu yang bisa diambil dari benua biru tersebut. Hanya saja, budaya bangsa Eropa dan bangsa lain tidak akan pantas jika diterapkan di Indonesia, sebab, menurut dia, budaya Indonesia merupakan yang paling mulia.
"Dan jangan membawa pulang budaya meminum khamar (minuman yang memabukkan)," ujar dia.
Hal itu dia lontarkan agar generasi muda tetap mempertahankan budaya berbangsa dan bernegara berlandaskan Pancasila. Menurut dia, unsur budaya merupakan faktor paling utama dalam mempertahankan suatu negara yang tengah berdiri, termasuk Indonesia.
Dia mencontohkan negara Uni Soviet yang kala itu hancur lebur karena tanpa pertahanan budaya yang kokoh. Meskipun negara tersebut memiliki kekuatan tempur yang sangat masif dalam mempertahankan negaranya pada saat itu.
"Untuk apa kita menguasai geografi tapi budaya kita hancur. Kebesaran martabat bangsa adalah budayanya," tukas dia.
(SCI)
No comments:
Post a Comment