Dollar AS. MI/Susanto.
Jakarta: Mata uang rupiah melemah lagi. Melemahnya mata uang rupiah setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada penutupan perdagangan hari ini. Mata uang rupiah masih tertekan ketidakpastian global yang dimulai dari Presiden Trump.
Bloomberg, Kamis, 16 Agustus 2018 mencatat mata uang rupiah melemah 16,5 poin dengan berada pada Rp14.593 per USD. Kemudian Yahoo Indonesia melansir mata uang rupiah melemah 20 poin dengan berada pada Rp14.610 per USD. Sementara Bank Indonesia (BI) merekam mata uang rupiah menguat dengan berada pada Rp14.619 per USD.
Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM Jameel Ahmad mengatakan pergerakan mata uang pasar berkembang untuk mencoba stabil usai reaksi sangat bergejolak terhadap krisis lira Turki sepertinya hanya berlangsung sementara.
Sebagian besar mata uang pasar berkembang Asia melemah pada saat laporan ini dituliskan, karena ketegangan politik antara Turki dan Amerika Serikat (AS) terus memanas dan dolar mencapai level tertinggi baru di 2018.
Memburuknya ketegangan dagang dan diplomatik antara AS dan Turki mengingatkan pasar bahwa perang dagang global bukan hanya melibatkan AS dan Tiongkok. Ada banyak ekonomi lainnya di seluruh dunia yang merasa terganggu oleh proteksionisme pemerintahan Trump. Indeks dolar pada penutupan perdagangan hari ini minus 0,1 poin atau 0,11 persen dengan berada pada level 96,58 poin.
(SAW)
No comments:
Post a Comment